Program Affiliate Indowebmaker

Senin, 24 Maret 2014

Majalah Tasawuf Online: Ridho menjadi Hamba Alloh

Majalah Tasawuf Online: Ridho menjadi Hamba Alloh



KH. AHMAD ANSHORY BIN MORSHID

Wakil Talqin dari Selangor Malaysia

 وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُواْ فِينَا لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ سُبُلَنَ...

Minggu, 23 Maret 2014

Majalah Tasawuf Online: MADROSAH MANAQIB

Anda menerima pesan ini karena Majalah Taabuut membagikannya dengan firda888us.rini@blogger.com. Berhenti berlangganan email ini.
Anda tidak dapat membalas email ini. Lihat pos untuk menambahkan komentar.
Google Inc., 1600 Amphitheatre Pkwy, Mountain View, CA 94043 USA

MADROSAH MANAQIB

PESANTREN SIRNARASA


 


Wewangian Alloh semakin menebar aroma yang mengundang para pecinta kesucian jiwa untuk terus datang dan tak jemu hadir menyambangi hadrotus syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Al-Qodiri An-Naqsyabandi ra.qs. (Abah Aos) di Pesantren Sirnarasa. Setiap tiba tanggal 10 bulan hijriyah, ribuan perindu ampunan Alloh SWT berbondong-bondong memadati kaki gunung Syawal di kawasan Dusun Ciceuri Desa Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis untuk meraih berkah dalam khidmat pengajian manaqib Tuan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani qs.


Tidak terkecuali pada hari itu senin 10 Robi'ul Akhir 1435 H (10 Februari 2014 M), Pesantren Sirnarasa nampak begitu ramai dikunjungi oleh jamaah ahli Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya (TQN PPS) yang datang dari berbagai daerah dari seluruh Indonesia. Terlebih lagi pada hari itu hadir pula cucu ke-25 Tuan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani qs. dari Turki Syekh Muhammad Fadhil Al-Jailani Al-Hasani yang ikut serta untuk meraih keberkahan dari pengajian manaqib tersebut yang diyakini turut berkumpulnya para ruh suci, guru silsilah dan para auliya Alloh SWT.


Menjelang digelarnya pengajian manaqib, dibuka dengan amaliyah khotaman yang diikuti seluruh jamaah dengan penuh kekhusyu'an. Ketika khidmat amaliyah dimulai, seluruh jamaah TQN PPS dengan seksama duduk bersimpuh tawajjuh memasrahkan diri kepada-Nya mengikuti tahap demi tahap amaliyah manaqib di bawah bimbingan guru agung yang mulia fi hadza zaman Abah Aos untuk mendekatkan diri (taqorrub) kepada Alloh SWT.


Selepas acara khidmat amaliyah dilanjutkan dengan kajian tabaruk Kitab Miftahus Shudur karya Wali Agung Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul 'Arifin ra.qs. (Abah Anom) yang disampaikan oleh KH. Dadang Muliawan, S.Kom.I yang menggantikan sementara Prof. Dr. Asep Usman Ismail, MA. yang tidak bisa hadir pada kesempatan tersebut. Prof. Asep adalah orang yang telah ditetapkan oleh Abah Aos untuk menyampaikan kajian tabaruk kitab Miftahus Shudur setiap manaqib di Pesantren Sirnarasa. Pada saat itu kiayi muda yang menjadi menantu Abah Aos ini membahas tentang "Dzikir kepada Alloh akan mengangkat seorang hamba mukmin dari bumi hasrat ke langit ma'rifat".


"Apabila murid bersungguh-sungguh dalam meniti jalan spiritual menuju Alloh (suluk), mengikuti petunjuk bimbingan syekh atau guru mursyid dan semangat yang tinggi di dalam dzikir kepada Alloh, maka dengan dzikir tersebut kegelapan dalam dirinya akibat lalai dan maksiat dalam hatinya akan dihapus sedikit demi sedikit,jiwanya akan kosong dari sifat-sifat tercela sehingga dirinya akan dihias dengan sifat-sifat utama yang menjadikannya memperoleh cahaya Alloh Yang Maha Haq, lalu merasa tenang dan tenteram dekat dengan Tuhannya, Alloh pun ridho kepadanya dan menjadikan jiwanya ridho kepada Alloh."  Papar muballigh berusia 37 tahun yang pernah menjadi finalis Da'i TPI tersebut.


Khidmat ilmiyah dilanjutkan oleh yang terhormat Syekh Muhammad Fadhil yang menyampaikan terima kasihnya secara khusus kepada Abah Aos dan kepada para jamaah TQN PPS umumnya. Dalam ceramahnya beliau mengungkapkan tentang thoriqoh Tuan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani qs. yang dibangun atas Al-Quran dan Sunnah.


"Tashowwuf yang benar hakekatnya adalah dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, maka seseorang dalam tashowwuf itu harus berjalan pada metode, adab, suluk, dan ilmu dari syekh atau gurunya, hingga mengambil makna dan manfaat dari syekh tersebut. Adapun metode dan ilmu yang ada pada Syekh Abdul Qodir Al-Jailani qs. pada hakekatnya adalah diambil dari ilmu tashowwuf yang benar, yakni tentang keesaan Alloh SWT yang tiada sesuatupun yang akan mampu menyamainya." Ungkap syekh Fadhil yang telah menyusun kitab Tafsir Al-Jailani baru-baru ini.


Pengisi khidmat ilmiyah yang diberi tugas oleh Abah Aos adalah kiayi asal Garut yang sering ditunggu oleh para jamaah percikan banyolan-banyolannya yang menggelitik yaitu KH. Jujun Junaedi Mubarok. Beliau menegaskan kepada para jamaah manaqib untuk meyakini bahwa Abah Anom telah mempersiapkan generasi penerusnya untuk membimbing jamaah TQN PPS sepeninggalnya.


فَمَنْ عَادَكُمْ عَادَيْتُهُ وَمَنْ وَالَكُمْ وَالَيْتُهُ وَمَنْ أَذَى كُمْ اَخْلَقْتُهُ وَمَنْ اَحْسَنَ اِلَيْكُمْ جَازَيْتُهُ وَمَنْ حَجَرَكُمْ خَلَّيْتُهُ  

"Barangsiapa yang memusuhimu (wali Alloh), maka Aku-lah lawannya. Barangsiapa yang menyakitimu (wali Alloh), maka Aku yang akan membinasakannya. Barangsiapa yang berbuat baik kepadamu (wali Alloh), maka Aku yang akan memberi pahala kepadanya. Barangsiapa yang meninggalkanmu (wali Alloh), maka Aku yang akan membencinya." Tegas kiayi kondang tersebut dengan mengutip keterangan dari sebuah hadits qudsi.


"Rosululloh SAW pernah ditanya,"Ya Rosululloh, manusia yang mana yang lebih utama derajatnya pada hari kiamat itu?" Rosululloh menjawab,"Mereka yang banyak dzikirnya kepada Alloh". Kemudian Rosululloh ditanya lagi,"Siapa orang yang berpuasa yang derajatnya lebih utama?" Rosululloh tetap menjawab,"Mereka yang banyak dzikirnya kepada Alloh". Kemudian Rosululloh ditanya lagi,"Siapa orang yang sholat yang derajatnya lebih utama?" Rosululloh tetap menjawab,"Mereka yang banyak dzikirnya kepada Alloh". Kemudian Rosululloh ditanya lagi,"Siapa orang yang zakat yang derajatnya lebih utama?" Rosululloh tetap menjawab,"Mereka yang banyak dzikirnya kepada Alloh". Kemudian Rosululloh ditanya lagi,"Siapa orang yang menunaikan haji yang derajatnya lebih utama?" Rosululloh tetap menjawab,"Mereka yang banyak dzikirnya kepada Alloh", tukasnya lagi dengan mengambil dari sebuah hadits.

Kemudian khidmat ilmiah dipungkas oleh yang mulia Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Al-Qodiri An-Naqsyabandi ra.qs. (Abah Aos) yang bersabda bahwa beliau tetap merasa tidak tahu apa-apa, tidak mau apa-apa dan tidak punya apa-apa. Lalu beliau mengingatkan untuk selalu bersyukur kepada Alloh SWT atas petunjuk-Nya melalui guru agung Abah Anom dan beliau tetap mendo'akan bahwa "SEMOGA SURYALAYA TETAP DI SURYALAYA".


Pengajian manaqib Tuan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani qs. ditutup dengan sholawat Bani Hasyim tiga kali dan jamaah para pecinta kesucian jiwa kemudia mushofahah kepada Abah Aos dan Syekh Fadhil.



 

وَكَانَ الذِّكْرُ لاَ يُفِيْدُ فَائِدَةً إِلاَّ بِالتَّلْقِيْنِ

"Dzikir tidak akan memberi manfaat yang paripurna kecuali dengan TALQIN"

(MIFTAHUS SHUDUR : Fatsal 4)