PENYEBAB KEMATIAN HATI
Di antara tanda-tanda matinya hati adalah tidak adanya kesedihan setelah terlewatkan kesempatan beramal taat, dan tidak ada penyesalan terhadap suatu pelanggaran yang engkau lakukan.
Di antara tanda-tanda hati yang mati ialah jika seseorang merasa puas manakala selesai mengerjakan maksiat, dan merasa risau manakala terlanjur melakukan perbuatan baik.
Rasulullah saw. Bersabda,
“Jika perbuatanmu yang baik itu menyenangkan hatimu dan perbuatan buruk menyusahkanmu, maka itu pertanda dirimu seorang beriman.”
Ketahuilah, jika manusia berbuat dosa atau kemaksiatan, sekecil apa pun kesalahannya itu kepada Tuhan, tapi tidak ada keresahan, berarti hatinya telah benar-benar layu.
Hatinya benar-benar tertutup dari jalan kebenaran.
Orang yang menempuh jalan makrifat, apabila melakukan amal kebaikan, hatinya merasa puas dan bahagia. Sesuatu yang dilakukan itu didasari hati ikhlas, tanpa berharap surga atau apa pun. Tetapi jika waktunya terlepas karena tidak dimanfaatkan untuk berbuat baik, sungguh hatinya sangat menyesal. Hatinya sangat bersedih karena merasa kehilangan sesuatu yang berharga.
Apalagi jika ia melakukan kekhilafan kepada Alloh, meskipun kecil, tapi penyesalannya luar biasa. Ia merasa gelisah dan sangat takut. Ketakutannya itu bukan karena mengingat neraka, tetapi karena mengingkari larangan Alloh.
Sementara itu sebagian ulama berpendapat bahwa matinya hati itu disebabkan tiga sifat, yaitu cinta kepada duniawi secara berlebihan, ceroboh dan kurang berdzikir, serta menuruti hawa nafsu.
Cobalah untuk bermuhasabah; instropeksi diri. Adakah tiga sifat itu ada dalam diri kita? Jika salah satu saja terdapat pada diri kita, maka berarti langkah kita sedang menuju kepada jalan kematian hati.
Maka apabila kita mempunyai kecenderungan menyintai duniawi secara berlebih-lebihan, maka obat penangkalnya adalah kesederhanaan dan hemat. Sederhana dalam hidup dan selalu qanaah adalah sifat yang utama. Adapun obat bagi sifat malas berdzikir (mengingat Alloh), hendaknya kita membangkitkan kesadaran diri dan secara terus-menerus menghadirkan Alloh di dalam hati ber khofi.
Jangan lupa hidupkan selalu khofi di hati untuk menuju Ridha Sang ilahi. Aamiin.
SALAM TQN 165X

Tidak ada komentar:
Posting Komentar